PUSAT INFO & PENGADUAN TKI

Gotong Royong Perlindungan TKI Taiwan - "TKI Taiwan Hebat"

Festival Budaya Nusantara 2017

Even Sosialisasi dan Apresiasi TKI, KDEI Taipei Kembali Gelar Festival Budaya Nusantara

KDEI Corner di TMS

Layanan Non Official Guna Mendekatkan Diri kepada TKI

(Update) Perpanjangan Kontrak Tanpa Pulang 期滿續聘不返回

Pengumuman terbaru (tanggal 17 Februari 2017) terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB Pengaduan TKI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup Pengaduan TKI Taiwan - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line Pengaduan TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@ Pengaduan TKI Taiwan

Cari Info, contoh : gaji

24 September 2017

Pertemuan Kedua Pelatihan TKI (Exit Program) dikunjungi Walikota Taipei City

Taipei (24/09/17), Pelatihan TKI (Exit Program) sesi kedua yang dilaksanakan pada hari Minggu , 17 September 2017, di Kainan High School. Siswa dari kedua program pelatihan sangat antusias dengan pelatihan ini.

Di sela-sela pelatihan tersebut, TKI yang sedang mengikuti pelatihan tersebut juga sempat dikunjungi oleh Walikota Taipei, Ko Wen-je, dalam rangkaian kunjungannya ke sekolah tersebut. Beliau turut melihat langsung proses pelatihan yang sedang berlangsung.

Kunjungan Walikota Taipei dalam Acara Pelatihan TKI (exit program)
Kelas e-commerce pada sesi 2 ini mengambil tema seputar teknik fotografi untuk produk yang akan dijual nantinya. Pada akhir kelas siswa (TKI) diberi PR untuk mengambil beberapa gambar.

Sedangkan kelas baking, juga tak kalah serunya langsung praktik membuat kue sesuai dengan resep pilihan yang telah disiapkan oleh instruktur.

Acara ini berlangsung sekitar 4 jam pada setiap sesinya.

Berikut dokumentasinya :











23 September 2017

Pertemuan Ketiga Pelatihan TKI (Exit Program), Kelas E-commerce dan Baking

Taipei (24/09/17), Peserta pelatihan kelas e-commerce semangat dan antusias mengikuti pelatihan e-commerce. Tema pada hari ini adalah seputar aplikasi online untuk bisnis online, yakni Wordpress.
Tutor menjelaskan dasar-dasar dan teosi dalam penggunaan aplikasi Wordpress tersebut.

Sebelum dimulai kelas e-commerce juga mempersentasekan PR minggu lalu seputar teknis fotografi sederhana untuk obyek produk pilihan yang akan dijual online. Tampak beberapa siswa sudah fasih presentase dengan menggunakan bahasa Mandarin.

Sementara di kelas Baking (pembuatan kue), juga tak kalah serunya. Para siswa yang berdandan ala koki profesional tampak juga mulai langsung praktik dari resep yang telah dibagikan sebelum kelas dimulai. Bahkan beberapa dari mereka sudah datang di sekolah sebelum kelas dimulai.

Sebagai informasi bahwa kelas ini berlangsung sebanyak 10 sesi pertemuan yang diselenggarakan di Kainan High School. Harapannya adalah nantinya siswa (read : TKI) dapat mempunyai keterampilan dasar (basic skill) yang dapat diterapkan nantinya setelah kembali di Indonesia. Keunggulan lainnya juga adalah diharapkan nantinya alumni pelatihan ini dapat difasilitasi dengan program Pemberdayaan TKI terintegrasi setelah pulang di Indonesia nanti.

Berikut dokumentasinya :



Baca juga berita lainnya : http://pengaduantkitaiwan.blogspot.tw/2017/09/bekal-mandiri-tki-di-taiwan-digembleng.html

20 September 2017

KDEI Taipei wisuda 83 orang Program Kejar Paket A, B dan C Tenaga Kerja Indonesia (TKI)


Kepala  KDEI Taipei, Robert  James Bintaryo bangga atas diwisudanya 83 orang Progam  Kejar Paket A B dan C  Tenaga Kerja Indonesia  (TKI)  Taipei pada   17 September 2017.  Program Kejar Paket A, B dan C ini  diselenggarakan bekerjasama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PPI dan PKBM Bakti Jaya Indonesia di Taiwan.
Pendidikan sangatlah penting, karena merupakan hak bagi semua orang dan sudah menjadi tugas dari pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk bagi WNI yang berada di luar negeri. KDEI sebagai perwakilan pemerintah Indonesia di Taiwan akan terus mendukung demi suksesnya program pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan yang layak bagi seluruh WNI yang ada di Taiwan. Pada saat ini terdapat 122 pelajar yang tergabung dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  dan diharapkan meningkat  tiap tahunnya.
Untuk para TKI  yang sedang mengadu nasib bekerja di Taiwan dan masih sempat meluangkan waktunya untuk mengenyam pedidikan  serta untuk para rekan-rekan mahasiswa  yang saat ini ada sekitar 5300 orang di Taiwan  dan  masih dapat membagi waktunya untuk  memberikan pendidikan kepada para TKI, kami merasa bangga, ujar Kepala KDEI Taipei.
Pada kesempatan kali ini juga disampaikan bahwa ujian  kelulusan dapat diselenggarakan tepat waktu pada bulan April 2017, dimana hal ini satu-satunya PKBM Taiwan yang dapat menyelenggarakan tepat waktu, ujar Ketua PKBM Bakti Jaya Indonesia (BJI), Bambang Nurfauzi. Pada bulan Oktober 2017 masih akan diselenggarakan Ujian susulan berbasis Komputer bagi para pelajar yang belum mengikuti Ujian Nasional pada April 2017. 
Bagi para  pelajar yang berprestasi dengan nilai terbaik 1 dan 2, Bank BNI memberikan bantuan untuk masing masing Program Kejar Paket. Hal ini  juga bertujuan agar dapat memicu semangat para TKI untuk belajar lebih giat.
Para pelajar yang  wisuda pada hari ini diharapkan dapat meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, dan  selain pendidikan  para pelajar juga diharapkan menjaga pergaulan dengan menghindari pemakaian obat obatan  terlarang serta juga meningkatkan iman dan takwa, ujar kepala KDEI Taipei.     
Sumber : KDEI Taipei

Imigrasi Taiwan mengartikan kembali Tenaga Kerja Kaburan sebagai "tenaga kerja yang tidak terhitung "

Gambar : google image

Direktur Jenderal Imigrasi Nasional Taipei, Jeff J. Yang (楊家駿) sebagaimana yang diberitakan oleh Focus Taiwan bahwa pada hari Selasa disampaikan bahwa di ke depan setiap TKA Kaburan yang tidak diketahui setelah meninggalkan tempat kerja resmi mereka, agensinya tidak akan lagi menyebut mereka sebagai "TKA Kaburan Ilegal" melainkan menggolongkan mereka sebagai tenaga kerja yang "tidak terhitung."

Yang membuat pengumuman tersebut setelah konferensi pers yang diadakan di Badan Legislatif Yuan dengan pimpinan redaksi 4-way Voice Chang Lung-yu (張龍宇) dan anggota parlemen Kuomintang Lin Li-chan (林麗 ) dan Chen Shei-saint ( ).

Pekerja asing sering kali merasa harus meninggalkan pekerjaan mereka di Taiwan karena alasan-alasan di luar kemampuan mereka, namun mereka sering diidentikan sebagai tersangka atau penjahat, yang oleh Yang mengatakan bahwa mereka tidak terbantu dan selanjutnya diganti dengan sebutan "tidak terhitung."

Yang mengatakan bahwa fokus seharusnya tidak semata-mata pada "penangkapan" pekerja asing yang meninggalkan tempat kerja mereka, namun undang-undang yang berkaitan dengan agen dan majikan harus lebih ditegakkan secara ketat karena seringkali hal itu menjadi alasan TKA pergi.

Beliau mengatakan bahwa ketika menangani pekerja asing yang tidak diketahui keberadaannya, NIA dan Badan Kepolisian Nasional memiliki tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan hukum dan kematian "pekerja yang tidak terhitung" dari seorang TKA asal Vietnam Nguyen Quoc Phi sangat disesalkan, namun mudah-mudahan akan mengarah pada pemahaman yang lebih baik tentang hak asasi manusia di antara petugas penegak hukum.

Sumber : http://m.focustaiwan.tw/

19 September 2017

Tabel Rincian Pengeluaran dan Pendapatan TKI Sektor ABK/Nelayan



Tabel Rincian Pengeluaran dan Pemasukan TKI Jabatan ABK/Nelayan di Taiwan dapat dilihat dalam ilustrasi sebagai berikut :

Keterangan Singkatan :

MCU = Medical Check Up
ARC = Allien Residence Certifiicate

NB :  Tabel ini hanya ilustrasi, bisa berbeda dengan kondisi yang ada pada masing-masing TKI, namun angka yang tertera tersebut adalah angka pasti sesuai dengan ketentuan Taiwan. 

Keterangan :

  1. Kenaikan Asuransi di Taiwan berlaku untuk semua sektor pekerjaan di Taiwan sejak 1 Januari 2017        
  2. Penghasilan Tambahan ABK Nelayan sebesar NT$ 5,000/bulan untuk ABK/Nelayan yang sudah pengalaman dan NT$ 3,000 untuk ABK/Nelayan baru dengan catatan ada penyesuaian di bulan ke-13 menjadi NT$ 5.000/bulan                                                                                                                             
Baca juga : PENGHASILAN TAMBAHAN

15 September 2017

Perhitungan Biaya Asuransi Kesehatan (ASKES) Taiwan

Berikut ini rumus untuk mendapatkan nilai premi asuransi yang dibayar oleh TKI melalui potong gaji,



Referensi :
http://bit.ly/2t2hEGn
Buku Panduan Askes 2016 - 2017, hal. 28

Perhitungan Asuransi Ketenagakerjaan (ASTEK) di Taiwan

Source : google image


Lanjutan dari Artikel sebelumnya Kenaikan Asuransi

Menurut pemahaman saya setelah menjelajah di website Biro Asuransi, http://www.bli.gov.tw/en/ dapat saya ceritakan hasil penelusuran saya sebagai berikut.

PERTANYAAN SAYA : DARI MANA ANGKA AJAIB 
NT$ 441 BERASAL ?

ANGKA NT$ 441 tersebut adalah premi astek yang dibayar bulanan oleh TKI sektor formal,

Mari kita mulai :

Gaji TKI sektor Formal sebanyak NT$ 21.009 masuk dalam kategori Grade 1, Grade mungkin bergeser jika terjadi lagi kenaikan, rencana tahun 2018 naik lagi kan ?

Komponen pembayaran ASTEK Taiwan bulanan terdiri dari dua :
1)     Employment Insurance Premium,
Dengan rate 1 %, TKI menanggung 20 %, dan majikan menanggung 70 % dari total gaji pokok

Referensi : (Employment Insurance Act, Last Amendment on February 4, 2015

Pasal 5
Bagi pekerja yang berusia di atas 15 tahun dan di bawah 65 tahun dan memenuhi kriteria berikut harus berpartisipasi dalam asuransi ketenagakerjaan ini dengan majikan atau organisasi atau institusi tempat mereka bekerja :

1.      Memegang kewarganegaraan Republik of China.
2.      Orang asing, orang-orang di daerah Daratan China, dan penduduk Hong Kong atau Makau yang menikah dengan warga negara yang keluarganya terdaftar di wilayah Republik of China dan telah mendapatkan tempat tinggal untuk bekerja dan tinggal di wilayah Taiwan.

Jika orang-orang yang tercantum di atas memiliki salah satu dari kondisi berikut, mereka tidak boleh berpartisipasi dalam asuransi tenaga kerja ini:
1.      Orang-orang yang telah mengikuti asuransi pegawai negeri dan guru atau personil militer sesuai dengan undang-undang.
2.      Orang yang telah mendapat tunjangan hari tua dari asuransi tenaga kerja atau pembayaran pensiun pegawai negeri dan asuransi guru.
3.      Orang yang dipekerjakan oleh pengusaha atau organisasi yang tidak perlu mendaftar dengan instansi yang berwenang dan tidak perlu membayar pajak atau tidak memiliki sertifikat pembelian untuk Uniform Invoice.

Bagi pekerja yang dipekerjakan oleh lebih dari dua majikan pada saat yang sama dapat memilih salah satu majikan untuk mengambil asuransi ini.

Tabelnya dapat dilihat disini

2)      Ordinary Insurance Premium of Labor Insurance,
Dengan rate 9,5 %, TKI menanggung 20 %, dan majikan menanggung 70 % dari total gaji pokok
Referensi : Labor Insurance Act, Last Amended on July 1, 2015

Pasal 6
Para pekerja berikut di atas 15 tahun penuh dan di bawah usia 65 tahun diasuransikan di bawah program ini sebagai orang yang diasuransikan, dengan atasan mereka, atau organisasi atau institusi diperhitungkan sebagai unit yang diasuransikan:

1.     Pekerja industri yang dipekerjakan oleh pabrik umum atau swasta, tambang, ladang garam, rumpun, penggembalaan, perkebunan hutan atau teh dengan lebih dari lima karyawan, serta pekerja yang dipekerjakan oleh perusahaan komunikasi atau transportasi, atau oleh perusahaan publik;
2.      Pekerja yang dipekerjakan oleh perusahaan atau perusahaan dengan lebih dari lima karyawan;
3.      Karyawan di sebuah organisasi jurnalistik, budaya, nirlaba atau perusahaan kerjasama dengan lebih dari lima orang;
4.      Karyawan kantor pemerintah atau sekolah negeri atau swasta yang tidak berhak untuk mengikuti asuransi pegawai negeri atau asuransi guru dan pegawai sekolah swasta;
5.      Pekerja yang dipekerjakan dalam produksi perikanan;
6.      Orang yang menerima pelatihan kejuruan di lembaga pelatihan kejuruan terdaftar di pemerintahan;
7.      Anggota serikat kerja yang tidak memiliki majikan pasti atau wiraswasta; dan
8.      Nelayan yang termasuk dalam Kelas A dari Asosiasi Nelayan dan merupakan wiraswasta atau tidak memiliki atasan yang pasti.

Ketentuan awal juga berlaku untuk pekerja berusia di bawah 15 tahun, asalkan karakter dan kondisi di mana pekerjaannya telah diakui oleh pihak yang berwenang karena tidak membahayakan kesehatan fisik dan moral orang-orang tersebut.

Dua ketentuan sebelumnya berlaku untuk warga negara asing yang dipekerjakan.

Tabelnya dapat dilihat disini

=========================================================
Premi kedua jenis asuransi tersebut harus dibayar bersamaan.

Lihat tabel gabungannya disini :

Gimana cara mencarinya mudah kan?

He he asli rumit, tapi abaikan yang di atas, saya telah ringkat menjadi tabel berikut, lihat saja hasil akhirnya yang harus dibayar oleh TKI adalah sebesar NT$ 441 / bulan, langsung dipotong dari gaji. 

Berikut Ringkasan Tabelnya (Versi Penyederhanaan)



Semoga bermanfaat.

Referensi : http://www.bli.gov.tw



14 September 2017

Ilustrasi : Si Fulan Perpanjang Kontrak







Cerita mungkin bisa beragam, yang terpenting adalah Anda mengetahui, dan jangan biarkan diri Anda diharuskan membayar sesuatu yg merugikan Anda.

Baca juga berita terkait lainnya di link LINK INI :


TKA Mendapat Manfaat dari Amandemen Undang-Undang Tenaga Kerja Taiwan

CNA File Photo
Taipei,  (14/09/17). Focus Taiwan merilis bahwa  The Workforce Development Agency (WDA) pada hari Kamis mengeluarkan sebuah laporan yang menyatakan bahwa hampir 80.000 TKA (Tenaga Kerja Asing) yang bekerja kembali di Taiwan (skema perpanjang kontrak tanpa pulang) sejauh ini telah mendapatkan manfaat dengan adanya amandemen undang-undang yang mulai berlaku November tahun lalu yang membatalkan persyaratan tinggal maksimum sebelumnya. Dulu TKA diharuskan kembali ke negara masing-masing baru bisa masuk kembali ke Taiwan.

Amandemen terhadap Pasal 52 Employment Services Act,  yang mulai berlaku pada 5 November 2016, menghilangkan persyaratan bagi TKA untuk meninggalkan Taiwan setelah mencapai masa tinggal maksimum yang diizinkan (tiga tahun), sebelum kembali untuk melanjutkan kerja di Taiwan. Akhirnya sekarang ini, sejak bulan November sampai akhir Agustus, 78.917 pekerja migran tidak harus meninggalkan Taiwan, bisa langsung bekerja.

Sebelum amandemen tersebut, Pasal 52 mewajibkan TKA di Taiwan untuk meninggalkan Taiwan setidaknya satu hari setelah bekerja selama tiga tahun – (kontrak terpanjang yang diizinkan) - sebelum diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan di Taiwan.

Dalam sebuah wawancara melalui sambungan telepon, kepala divisi WDA Chiu Yueh-yun (邱月雲) memuji dampak positif dari amandemen yang dirasakan langsung oleh pekerja dan pengusaha, yang tidak lagi perlu khawatir dengan tiket pesawat atau untuk mengisi kekosongan dari pekerja yang tidak hadir.

Untuk mendapatkan manfaat sepenuhnya dari amandemen tersebut, Chiu mengingatkan pengusaha dan pekerja perlu mengikuti dua langkah penting dalam memperbarui kontrak kerja: mengeluarkan surat perekrutan baru empat bulan sebelum akhir kontrak awal dan menyelesaikan prosedur perekrutan ulang yang benar, termasuk perjanjian kerja yang ditandatangani, dengan memakan waktu dua sampai empat bulan sebelum berakhir kontrak.

Kepala divisi mencatat bahwa sebanyak 49,95 persen kasus aplikasi re-hiring ditolak, karena tidak adanya surat rekrutmen (letter of recruitmen) atau visa masuk (entry visa).

Kesepakatan kerja yang ditandatangani hilang adalah penyebab aplikasi ditolak sebanyak 22,53 persen kasus.


Diterjemahkan dari sumber aslinya : focustaiwan 

Baca juga info : tata cara perpanjangan kontrak

13 September 2017

TKI di Taiwan Menceritakan Kisahnya Melalui Gambar

Taipei, (12/09/17), dilansir dari focustaiwan bahwa seorang TKI sendirian berdiri di tepi jalan di Taipei, dengan latar musik melankolis, itulah cuplikan adegan pembukaan sebuah film pendek yang memenangkan hadiah dalam kompetisi video pekerja migran pada akhir pekan lalu.

Doc. Focustaiwan


Penyesalan, merupakah sebuah film berdurasi 3 menit, mendapat penghargaan terbaik dalam kategori micro video dalam ajang Taiwan Migrants' Video and Photo Awards yang digelar Minggu lalu.

Film ini dibuat oleh Irawan Binantaka asal Indonesia, menceritakan tentang kisah seorang TKI di Taiwan yang tersesat di dunia kelam karena minum dan berjudi.

Irawan, bekerja di sebuah pabrik di Taoyuan, mengatakan bahwa dia membuat film tersebut untuk mengingatkan TKI yang datang ke Taiwan agar tidak membuang waktu mereka dengan melakukan kebiasaan yang merusak diri sendiri seperti minum dan berjudi, tetapi hendaknya agar mengisi dengan melakukan kegiatan positif.

"Banyak TKI lupa bahwa tujuan mereka di Taiwan adalah untuk mendapatkan dan menghemat uang untuk dibawa pulang," kata pekerja berusia 28 tahun itu.

"Mereka minum dan berjudi, dan ketika kontrak kerja mereka berakhir setelah tiga tahun, mereka baru sadar bahwa tidak memiliki uang."

Irawan menerima hadiah uang tunai sebesar NT $ 12.000 (US $ 399) atas film tersebut.
Doc. Focustaiwan, Irawan Binantaka
"Penyesalan"

Sekarang di tahun ketiga, Video dan Foto Migran Taiwan mendorong pekerja migran, pelajar dan imigran dari Asia Tenggara untuk menceritakan kisah kehidupan mereka di Taiwan.

"Kami berharap TKI dapat menceritakan kisah mereka sendiri sehingga orang Taiwan dapat belajar lebih banyak tentang kehidupan pekerja semacam itu di Taiwan," kata Karen Hsu (徐瑞希), pimpinan Global Workers Organizations atau Organisasi Pekerja Global, Taiwan, yang menyelenggarakan kompetisi tersebut.

Tahun ini sebanyak 73 kandidat diajukan dalam kompetisi yang terbagi dalam tiga kategori - cerita foto, laporan warga dan micro video.

Hadiah uang tunai mulai dari NT $ 2.000 hingga NT $ 12.000 diberikan untuk 16 video dan foto dalam tiga kategori.

Banyak hasil karya yang menang menampilkan pemandangan alam Taiwan di tempat-tempat seperti Yehliu Geopark, Pantai Fulong dan Bitou Cape, sementara beberapa berfokus pada isu-isu nostalgia dan perpisahan.

"Taipei dalam 1 Hari," sebuah video oleh mahasiswa Indonesia Joanika Juanda, memenangkan hadiah pertama dalam kategori laporan warga.

Joanika mengatakan bahwa dia membuat video tersebut untuk menyoroti fakta bahwa TKI seringkali tidak memiliki banyak waktu luang dan biasanya hanya menghabiskan satu hari berkeliling Taipei.

"Mereka masih bisa bersenang-senang dalam satu hari, jadi saya membuat video cepat untuk menunjukkan bagaimana bersenang-senang dalam satu hari di Taipei," katanya.

Video tersebut membawa pemirsa melakukan perjalanan hiking ke Elephant Mountain (Xiangshan) untuk menikmati pemandangan kawasan Taipei 101 dan sekitarnya.


Pemandangan kemudian bergeser ke farmer’s market di Taipei Expo Park, lalu ke kawasan perbelanjaan Wufenpu, di mana semua jenis pakaian dijual, dan berakhir di Pasar Malam Raohe Street.

("Taipei in 1 Day") 

Suwarjono, ketua Ketua Umum Jurnalis Independen Indonesia dan salah satu hakim dalam kontes tersebut, mengatakan bahwa dia terkejut dengan tingginya kualitas karya yang diajukan, beberapa di antaranya berkualitas profesional.

Banyak dari entri tersebut juga merupakan hasil selfi, yang menurut Suwarjono merupakan fenomena yang menarik karena fotografer biasanya bukan subjek karya mereka sendiri dalam kompetisi.

("Taiwan Trip" oleh TKI Sahrul Efendi, memenangkan hadiah kedua dalam kategori laporan warga negara)

("When I See You Again" karya  mahasiswa Indonesia, Ellen Harsono, memenangkan hadiah ketiga dalam kategori micro video)


Diterjemahkan dari : focustaiwan



10 September 2017

Guna meningkatkan keahlian TKI, KDEI selenggarakan Exit Program


Guna meningkatkan keahlian TKI, KDEI selenggarakan Exit Program
Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo bersama Wakil Sekjen Pemerintah Kota Taipei, Li Wen-ing, Kepala Sekolah Kainan Vocational Highschool, Xing Wen-fei, dan Kepala Global  Workers Organization, Xu Jui Xi, meresmikan Program Pelatihan TKI (exit program) di Kainan Vocational High School, Taipei (17/9)

Program pelatihan bagi para pekerja migran di Taiwan ini merupakan hasil kerjasama antara Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, Global Workers Organization (GWO) dan Kainan Vocational High School.

Pelatihan pada program ini dibagi atas 2 kelas yaitu kelas E-commerce (bisnis online) dan kelas Baking (pembuatan kue) Peserta pelatihan  berjumlah 40 orang, yang terdiri dari 25 peserta Baking dan  15 peserta e-commerce. Pada pertemuan pertama kelas e-commerce diisi oleh Ketua Umum Jurnalis Independen Indonesia, Suwarjono, beliau memberikan brainstorming kepada para siswa mengenai kondisi dan peluang-peluang apa saja untuk bisnis online di Indonesia, mengenalkan berbagai jaringan bisnis online.

Sedangkan kelas baking dimulai dengan basic dan langsung praktek yang dipandu oleh instruktur profesional dari pihak sekolah.

Diharapkan para peserta dapat benar-benar menyerap ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini sehingga tidak perlu kembali ke Taiwan untuk menjadi TKI namun sudah bisa berwiraswata dengan ilmu yg di dapat.

Pelatihan ini terdiri dari 10 kali pertemuan pada setiap hari minggu.

Sumber : KDEI Taipei
                        


Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce




Para TKI di Taiwan mengisi waktu luang di hari libur dengan berlatih membuat kue tradisional khas Taiwan serta pelatihan bisnis e-commerce


TAIPEI, BNP2TKI (11/09/2017) – Kisah tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, tidak melulu berisi kesedihan dan cucuran air mata. Seperti halnya di Taiwan, para TKI justru mengisi waktu luang di sela-sela hari libur dengan berlatih membuat kue tradisional khas Taiwan serta pelatihan bisnis e-commerce.
Tak kurang dari 40 TKI, hadir dalam pelatihan yang diadakan di Kainan Vocational High School, Taipei, Taiwan, Minggu (10/9). Direncanakan, puluhan TKI ini akan mengikuti pelatihan secara intens setiap minggu sebanyak 10 kali pertemuan atau sekitar 2,5 bulan ke depan.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat, sebab benar-benar mendidik kita mengolah kue dari tahap pengenalan bahan-bahan hingga jadi,” tutur Nurnaningsih.

TKI asal Wonosobo, Jawa Tengah, ini bahkan telah berancang-ancang membuka usaha sekembalinya di Indonesia. “Saat ini, saya sudah merintis toko kue dengan saudara di Kebumen. Nantinya dengan bekal ilmu ini, saya mau mandiri, membuka toko kue sendiri,” ujar TKI yang sebelumya juga rutin mengikuti beragam pelatihan di Taiwan.

Nurnaningsih menjelaskan, pihak majikan sangat mendukungnya dengan memberikan ijin libur bagi TKI yang bekerja di Daan District, Taipei, ini.

“Pelatihan intens selama 2,5 bulan ini sangat efektif. Insyaallah akan banyak ilmu yang bisa kami serap,” timpal Tarnia Tari.

TKI yang juga Ketua Fathayat Nahdlatul Ulama (NU) Taiwan ini menuturkan, kegiatan pelatihan ini merupakan oase bagi TKI yang membutuhkan kegiatan positif dan produktif di hari libur.

Untuk menunjang kualitas kegiatan, pelatihan hasil kerja sama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Global Workers Organization (GWO) ini diadakan di ruang praktikum. Bagi TKI yang berlatih membuat kue, seluruh bahan-bahan membuat kue telah disediakan, termasuk peralatan mengolah kue. Adapun untuk kelas bisnis e-commerce, selain disediakan komputer bagi masing-masing peserta, dihadirkan pula tutor yang memandu pengenalan bisnis e-commerce, penerapan sistem aplikasinya, strategi pemasaran produk, pemilihan transaksi pembayaran, serta cara mengelola bisnis e-commerce.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha ketika kembali ke Indonesia,” tandas Kepala KDEI Taipei, Robert J. Bintaryo didampingi Kabid Ketenagakerjaan Devriel Sogia Raflis dan Analis Ketenagakerjaan Farid Ma'ruf, di sela-sela kegiatan.

“Manfaat lainnya adalah menambah jaringan dan relasi, bisa bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi program pemberdayaan terintegrasi oleh Kemenaker dan BNP2TKI sesuai minat dan potensi,” imbuhnya. (*)

Sumber : BNP2TKI

Video Terkait kegiatan :

  1. Sambutan Pembukaan oleh Kepala KDEI Taipei
  2. Penjelasan Program oleh Pak Farid



Berita ini juga diposting di :

  1. Indosuara
  2. Focus Taiwan
  3. Antarajatim
  4. http://jateng.tribunnews.com/
  5. http://www.majalah-holiday.com
  6. http://kdei-taipei.org
  7. http://ekonomi.akurat.co/
  8. http://kemnaker.go.id

09 September 2017

Biaya Service Agensi dikurangi untuk TKI


Sebagaimana telah diberitakan dalam Taipei Times bahwa jumlah biaya Service Agensi Taiwan yang dapat dibebankan kepada tenaga kerja asing yang bekerja di Taiwan selama lebih dari dua tahun telah berkurang.

Menurut amanden Standards for Fee-Charging Items and Amounts of the Private Employment Services Institution (私立就業服務機構收費項目及金額標準), yang diumumkan oleh Kementerian Tenaga Kerja pada hari Kamis, agensi tidak dapat mengenakan biaya lebih dari NT$ 1.500 per bulan dalam biaya servis dari tahun ketiga pekerja.
Revisi Legislatif Yuan tentang amandemen  Employment Service Act (就業服務法) telah dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober tahun lalu yang mulai berlaku pada 5 November 2016.

Amandemen tersebut menghapus ketentuan yang mewajibkan pekerja migran yang telah bekerja selama tiga tahun - kontrak terpanjang memungkinkan mereka - untuk meninggalkan Taiwan setidaknya satu hari jika mereka ingin dipekerjakan kembali.
TKA sekarang dapat dipekerjakan kembali tanpa harus meninggalkan Taiwan.

Agensi sebelumnya diizinkan untuk membayar hingga NT $ 1.800 per bulan pada tahun kontrak pertama, sampai NT $ 1.700 per bulan pada tahun kedua dan sampai NT $ 1.500 per bulan di tahun ketiga.

Harus meninggalkan Taiwan pada akhir tiga tahun jika mereka ingin dipekerjakan ulang berarti siklus akan dimulai lagi dengan sebuah kontrak baru.


Sumber : Taipei Times, 10 April 2017

Baca juga tulisan lainnya : Biaya Perpanjangan Kontrak

Facebook instansi teknis terkait bidang ketenagakerjaan di Indonesia


Guna kelancaran urusan terkait dengan TKI, beberapa instansi di Indonesia membuka layanan informasi melalui facebook, antara lain :

3.       P4TKI Sidoarjo
10.   BP3TKI Padang



daftar lainnya akan terus diupdate !

Dirgahayu BNP2TKI Ke-11, Bersama TKI Membangun Negeri



Jakarta, BNP2TKI (Jumat, 8/9/2017) _ Perayaan ulang tahun terbentuknya Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) ke-11 berlangsung sederhana  namun menggembirakan.  Bertempat di halaman Kantor BNP2TKI Pancoran Jakarta, acara diawali dengan upacara perigatan, diikuti seluruh pejabat esselon I dan II bersama staf BNP2TKI pada hari, Jumat (8/9/2017). Upacara peringatan tersebut dipimpin Deputi Perlindungan, Teguh Hendro Cahyono.
 
Dalam sambutan tertulis Kepala BNP2TKI yang dibacakan Deputi Teguh Hendro Cahyono, Kepala BNP2TKI menyatakan  bahwa dunia berubah dengan sangat cepat. Persaingan untuk merebut pasar kerja internasional akan semakin ketat, terutama dengan negara-negara sumber tenaga kerja migran seperti Philipina, Thailand dan Vietnam.
 
Tuntutan publik akan pelayanan yang cepat, transparan dan akuntabel akan semakin tinggi. Keterbukaan informasi dan kebebasan berekspresi akan menjadikan masyarakat semakin kritis. Inilah kondisi dan lingkungan kerja yang akan kita hadapi ke depan. Tantangan kita adalah bagaimana kita mampu merespons kondisi dan tantangan ini secara cepat dan tepat.
 
Untuk mencapai itu semua, Kepala BNP2TKI mengajak seluruh SDM di lingkungan BNP2TKI untuk melaksanakan 3 hal berikut. Pertama, perlunya melanjutkan reformasi birokrasi dengan tempo yang lebih cepat melalui penguatan kapasitas SDM, penataan kelembagaan, membangun corporate culture yang profesional, mereview aturan-aturan yang menghambat dan tidak sesuai lagi, dan pembenahan tata kelola penempatan dan perlindungan yang lebih memberikan kemudahan kepada TKI dan keluarganya. Kedua, harus memperkuat dan membangun unit-unit pelayanan di daerah yang terintegrasi dengan instansi pemerintah terkait lainnya, sehingga mampu memberikan pelayanan secara cepat, pasti, efisien dan akuntabel. Ketiga, memperkuat dan memperluas sinergi dengan seluruh stakeholders terkait, khususnya dalam rangka meningkatkan kompetensi calon TKI, memperluas akses pasar internasional, meningkatkan pelayanan perlindungan, termasuk penyelesaian kasus dan peningkatan kesejahteraan TKI beserta  keluarganya.
 
Perlombaan Menyonsong HUT BNP2TKI
 
Sehari sebelumnya, Kamis (7/9), seluruh staf BNP2TKI baik yang di Pusat maupun di BP3TKI dan LP3TKI di seluruh tanah air mengadakan berbagai macam perlombaan yaitu lomba bawa kelereng dalam sendok, lomba lari Karung, lomba memasukan pensil dalam botol, permainan gaplek, permainan play station  bola, bulu tangkis (badminton), permainan tarik tambang dan lomba makan kerupuk. Semua peserta lomba sangat antusias mengikutinya. Riuh suara tawa dan ungkapan kegembiraan lainnya menggema di halaman gedung BNP2TKI. Acara berlangsung dengan meriah dan penuh hangat.
 
Deputi Penempatan, Agusdin Subiantoro dalam sambutan acara pemotongan tumpeng seusai upacara peringatan mengatakan bahwa BNP2TKI akan tetap berdiri dan mengayomi para TKI dan keluarganya.  “BNP2TKI harus  tetap berdiri dan seluruh SDM harus tegar meskipun nanti ada yang berubah. Awal terbentuknya BNP2TKI ini dimulai dengan perjuangan yang cukup memprihatinkan sampai bisa seperti sekarang ini. Semoga kedepannya menjadi lebih baik lagi“, ujarnya.
 
Seusai upacara peringatan dan pemotongan tumpeng, bertempat di Auditorium BNP2TKI dilangsungkan pembagian hadiah perlombaan oleh perwakilan beberapa Deputi kepada peserta lomba, yang terdiri dari staf BNP2TKI, tim security BNP2TKI, perwakilan dari BP3TKI Jakarta, dan perwakilan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
 
Kepala Bagian Humas BNP2TKI, Servulus Bobo Riti yang dihubungi seusai pelaksanaan upacara menyampaikan bahwa pada momentum 11 tahun BNP2TKI, pihaknya akan terus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengkomunikasikan kepada publik mengenai apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan BNP2TKI. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa BNP2TKI akan memelihara kemitraan strategis dengan berbagai aktor media, baik media cetak, media elektronik, media online dan media sosial dalam rangka  image building dan citra positif BNP2TKI. Dirgahayu BNP2TKI yang ke-11, Bersama TKI Membangun Negeri*** 

Sumber : BNP2TKI
  

HIGHLIGHTS BERITA ONLINE

Rangkuman Berita Online Populer