PUSAT INFO & PENGADUAN TKI

Gotong Royong Perlindungan TKI Taiwan

Festival Budaya Nusantara 2017

Even Sosialisasi dan Apresiasi TKI, KDEI Taipei Kembali Gelar Festival Budaya Nusantara

Exit Program TKI Taiwan

Menumbuhkan semangat dan mental wirausaha untuk TKI, bekal untuk mandiri pasca purna #Program Pemberdayaan TKI Terintegrasi

(Update) Perpanjangan Kontrak Tanpa Pulang 期滿續聘不返回

Pengumuman terbaru (tanggal 17 Februari 2017) terkait Proses legalisasi Perjanjian Kerja Bagi TKI yang melakukan Perpanjangan Kontrak 3 (tiga) tahun pada KDEI di Taipei.

FB Pengaduan TKI Taiwan

Ayo Bergabung dalam Grup Pengaduan TKI Taiwan - Media Berbagi Seputar Ketenagakerjaan di Taiwan

Akun Line Pengaduan TKI Taiwan

Ayo Gabung Line@ Pengaduan TKI Taiwan

Cari Info, contoh : gaji

23 November 2017

Seorang TKI Meninggal Dunia Dalam Kebakaran Di New Taipei City, Taiwan

Ilustrasi : http://pijarnews.com/
Taipei, (23/11/2017), Sebagaimana dilansir dari FocusTaiwan bahwa seorang TKI mengalami musibah dalam kebakaran hebat di apartement tempat tinggalnya di New Taipei City pada hari Rabu malam yang menyebabkan total sembilan orang meninggal dunia dan dua orang lainnya terluka.

Seorang TKW berusia 24 tahun, yang diidentifikasi bernama Nurmah, ditemukan meninggal dunia di lantai empat gedung apartemen di Distrik Zhonghe, menurut Pemadam Kebakaran setempat. Yang bersangkutan dilarikan ke Rumah Sakit Taipei Tzu Chi terdekat, namun dinyatakan meninggal pada saat di perjalanan, menurut info departemen pemadam kebakaran tersebut
Dalam insiden tersebut juga menyebabkan meninggalnya lima warga Taiwan.

Pihak berwenang setempat masih berusaha untuk mengkonfirmasi kewarganegaraan dan identitas dari tiga korban meninggal dunia lainnya. Salah satunya adalah seorang pria berusia 50-an, sementara dua lainnya terbakar dan tidak dapat dikenali, menurut pemadam kebakaran.

Dua korban luka tersebut adalah seorang pekerja Myanmar berusia 33 tahun, dan pria Taiwan berusia 52 tahun.
Seorang pria berusia 49 tahun yang bermarga Li () ditangkap Kamis pagi karena diduga penyebab menjalarnya si jago merah, setelah bertengkar dengan penduduk di lantai empat.

Menurut pemadam kebakaran, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.37 Rabu malam di gedung berlantai empat. Kedua lantai dipartisi menjadi banyak ruangan, yang sebagian besar disewakan.

Di antara korban tewas, seorang berusia 42 tahun yang merupakan seorang petugas polisi di Kantor Polisi Jalan Wuxing di Taipei.

Pemilik unit huan sewa tersebut juga diinterogasi dan diselidiki atas kemungkinan pelanggaran hukum.

Referensi : 


Catatan : 


Sampai berita ini diturunkan pihak KDEI Taipei sedang berkoordinasi dengan pihak terkait di Taiwan, untuk follow up selanjutnya terhadap TKW dimaksud.

Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Program Desmigratif


Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengatakan, selain sebagai pusat informasi, pelayanan, dan pengawasan masyarakat desa yang bekerja di luar negeri, program Desa Migran Produktif (Desmigratif) juga ditujukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan para stakeholder dalam upaya memperbaiki nasib TKI dan keluarganya, baik yang akan menjadi TKI ke luar negeri maupun yang telah menjadi purna TKI. 


“Ada empat konten kegiatan utama dari program Desmigratif ini, keempatnya saling dukung satu sama lain agar program ini memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat berjalan secara berkesinambungan,” Jelas Menaker. 


Empat kegiatan utama dalam program Desmigratif meliputi; Pertama, membangun pusat informasi dan layanan migrasi dimana orang atau warga desa yang hendak berangkat ke luar negeri di balai desa melalui peran dari pemerintah desa. Informasi yang didapatkan antara lain informasi pasar kerja, bimbingan kerja, informasi mengenai bekerja ke luar negeri dan lain-lain termasuk pengurusan dokumen awal. 


Kedua, kegiatan yang terkait dengan usaha produktif. Ini kegiatan yang dimaksudkan untuk membantu pasangan dari TKI yang bekerja di luar negeri agar mereka ini memiliki keterampilan dan kemauan untuk membangun usaha-usaha produktif. Kegiatan ini mencakup pelatihan untuk usaha produktif, pendampingan untuk usaha produktif, bantuan sarana produktif hingga pemasarannya.  


Ketiga, kegiatan untuk menangani anak-anak TKI atau anak-anak buruh migran dalam bentuk community parenting. Dengan kegiatan ini anak-anak TKI diasuh bersama-sama oleh masyarakat dalam suatu pusat belajar-mengajar. Dalam konteks ini orang tua dan pasangan yang tinggal di rumah diberikan pelatihan tentang bagaimana membesarkan atau merawat anak secara baik agar mereka ini bisa terus bersekolah mengembangkan kreatifitasnya sesuai dengan masa kanak-kanak mereka. 


“Jadi konsep dasarnya masyarakat mengasuh anak-anak TKI. Ini kita gandeng beberapa pihak juga. Jadi ada pusat pendidikan, pelatihan kreatifitas anak-anak dan macem-macem,” jelas Menteri Hanif.


Terakhir, penguatan usaha produktif untuk jangka panjang dalam bentuk koperasi usaha. Koperasi usaha produktif ini tentunya juga bisa menjadi inisiatif bersama dari masyarakat yang akan didukung oleh pemerintah. 


“Progam ini akan dipadukan dengan program Kemendes one village one product. Untuk. Mewujudkan desmigratif, Kemnaker kerjasama dengan Kemendes bantuan sarana produksi, Kredit Usaha Rakyat juga dengan koperasi,”  imbuhnya.


Desa Kenanga, Indramayu menjadi desa percontohan Desmigratif, dimana masyarakat desa tersebut telah mendapatkan pelatihan pembuatan produk dari potensi desa yang dimiliki seperti kerupuk kulit ikan, kerupuk udang, keripik manga, manisan manga, dodol mangga, sirup mangga, baso soji, abon sapi, dan rempeyek. 


Sedangkan di Desa Kuripan, Wonosobo pelatihan yang didapatkan antara pengolahan salak, singkong, daging ayam, telur puyuh serta memberikan pelatihan keterampilan membatik. Kedua desa juga mendapatkan pelatihan pengemasan sampai dengan pemasaran produk. Pelatihan melibatkan Balai Besar Perluasan dan Kerja Lembang, BLK Semarang, dan Asosiasi Pemandu Wirausaha Indonesia.   

Sumber : http://kemnaker.go.id

22 November 2017

Apa Resiko Melakukan Pekerjaan Sampingan di Luar Izin Kerja di Taiwan ?

Source : http://www.qatarday.com

Belajar dari kasus yang masuk sebelumnya, ada satu resiko “Berupa Deportasi alias pemulangan ke daerah asal. Tentunya hal tersebut sangat tidak kita inginkan. Oleh karena itu perlu kita antisipasi atau sedapat mungkin kita cegah.

Simulasi Kasus :

Seseorang TKI Fulan (nama samaran) sedang berkunjung ke tempat kerja, datang main / menengok temannya Paijo (nama samaran juga). Pada saat itu posisi Paijo sedang bekerja, dan tiba-tiba atas inisiatif sendiri tanpa disuruh si Fulan mbantuin Paijo. Nah, apesnya pada saat yang bersamaan ada datang pemeriksaan / inspeksi dari otoritas setempat, dan ditemukan bahwa si Fulan tersebut melakukan pekerjaan di luar surat izin. Memang dia bukan disitu tempat bekerjanya, karena hanya datang main statusnya. Nah……maka Paijo akhirnya diBAP dan keluar surat yang tidak enak berupa surat persiapan untuk deportasi dalam kurun waktu 2 minggu.


Belajar dari Simulasi kasus di atas, agar perlu menjadi perhatian kita bersama, rekan-rekanku, yakni Jika Nyambi Pekerjaan ternyata ada resikonya juga, agar tetap hati-hati dan penuh pertimbangan. Keamanan yang lebih utama.

Lebih lanjut ayo simak kutipan sepotong pasal di UU Ketenagakerjaan Taiwan yang dikenal dengan Employment Service Act. Jelas Paijo melanggar peraturan ketenagakerjaan.

Merujuk pada pasal 73 ayat 2, Employment Service Act disebutkan bahwa : “The employed foreign worker has engaged, without being appointed by his/her employer, in work on his/her own initiative that is not within the sphere of the permit; artinya bahwa : "Pekerja asing dengan status dipekerjakan, tanpa ditunjuk/disuruh oleh majikannya, mengerjakan sesuatu pekerjaan atas inisiatifnya sendiri di luar izin"


Terkait sanksi atau resiko dijelaskan pada pasal 74 dijelaskan : “Unless otherwise provided for in the Act, upon the expiration of the duration of employment permit or the annulment of said permit in accordance with Article 73, the employed foreign worker concerned shall be immediately ordered to depart from the Republic of China and be barred from further engaging in work in the said territory”, artinya bahwa kecuali jika ditentukan lain dalam Undang-undang tersebut, pada saat berakhirnya masa izin kerja atau pembatalan izin tersebut sesuai dengan Pasal 73, pekerja asing yang dipekerjakan tersebut segera diperintahkan untuk meninggalkan Taiwan dan dilarang melakukan terlibat dalam pekerjaan di wilayah tersebut.

Semoga bermanfaat, semoga kita terhindarkan dari resiko hukum yang bisa saja menimpa karena kelalaian atau ketidaktahuan kita selama di Taiwan
Mari saling mengingatkan !

21 November 2017

Brosur Amandemen UU Ketenagakerjaan (Employment Service Act) Pasal 52 (Versi 2017.11)

Berikut Brosur mandemen UU Ketenagakerjaan (Employment Service Act) Pasal 52 (Versi 2017.11) yang dirilis oleh WDA, MOL Taiwan


Download versi Pdf-nya di sini

Semoga Bermanfaat !

Brosur Layanan Pengaduan 1955 (Versi 2017.11)

Berikut Brosur Selebaran Layanan Pengaduan 1955 yang diperoleh dari WDA MOL Taiwan



Download Versi PDF-nya di sini

Semoga bermanfaat !

Majikan Tidak Boleh Menyuruh Perawat Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga

Berdasarkan peraturan di Taiwan, tugas perawat hanya menjaga pasien penyangga disabilitas atau penyakit berat dengan membantunya makan, membersihkan lingkungan pasien, mencuci baju pasien saja. Perawat tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan membersihkan rumah, mengajak anjing jalan-jalan, menjemput anak, membantu majikan berjualan, dsb. Bagi majikan yang melanggar dapat dikenai denda 30.000 – 150.000 NTD, dan jika terulang kembali maka akan dicabut ijin memperkerjakan TKA.

Sumber : http://www.gwo.tw

VIDEO SOSIALISASI TERKAIT DENGAN PERATURAN KETENAGAKERJAAN DI TAIWAN

20 November 2017

40 TKI Taiwan, Alumni Exit Program KDEI Taipei Siap Berwirausaha


Foto Bersama, Moment Penutupan Exit Program TKI Taiwan (19/11/17)
Foto Bersama, Moment Penutupan Exit Program TKI Taiwan (19/11/17)
Taipei, BNP2TKI (21/11/17) -- Sebanyak 10 (sepuluh) TKI Taiwan terpilih sebagai TKI Terbaik dalam program pelatihan keterampilan (Exit Program) yang digelar oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Global Workers Organization (GWO) di Taipei, Taiwan (19/11/17). Selain mendapat piagam penghargaan, ke-10 TKI ini juga mendapatkan tabungan dari Bank BNI sebagai hadiah.

Program pelatihan ini diikuti 40 peserta yang merupakan TKI dari berbagai wilayah di Taiwan yang dilakukan guna meningkatkan keahlian khusus bagi TKI, sehingga dapat berwirausaha atau mengisi kesempatan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Banyak manfaat dengan program ini antara lain membangkitkan semangat dan menumbuhkan mental berwirausaha, menambah jaringan dan relasi, bergabung dengan komunitas di Indonesia serta fasilitasi Pemberdayaan Terintegrasi.

Ke-10 TKI Terbaik tersebut terbagi dalam 2 (dua) kelompok pelatihan yakni kelas baking (pembuatan kue) yaitu: Astuti, Evi Dwi Puspitasari, Suparni, Rini Yuniati, dan Atin Sunarti, serta kelas e-commerce (bisnis online) yaitu: Rike Septiana, Risa, Muhdirin, Nurkhoiriah, dan Mardianto.

Atin Sunarti, salah satu TKI terbaik menyampaikan, pihak majikan mendukung penuh keputusannya mengikuti pelatihan membuat kue. Pihak majikan berharap, Atin sepulangnya ke Indonesia bisa membuka usaha dan hidup mandiri.

“Setiap minggu saya berangkat mengikuti pelatihan dengan membawa nenek yang saya jaga menggunakan kursi roda,” tuturnya.

Perjuangan Atin bukanlah hal yang mudah. Demi mendapat ilmu bekal kemandirian di Indonesia, Atin setiap minggu mesti berangkat dari daerah Beitou menuju Taipei. Dengan mendorong kursi roda yang ditumpangi nenek yang dijaganya, Atin kemudian naik kereta MRT menuju lokasi pelatihan dengan menempuh waktu sekitar 1,5 jam. Perjuangan Atin sepadan dengan predikat TKI Terbaik yang berhasil diraihnya bersama sembilan TKI lainnya.

Pelatihan keterampilan membuat kue (Chinesse/Western Baking) dan bisnis online (internet marketing) ini berlangsung selama 2,5 bulan dalam 10 kali pertemuan (durasi 40 jam). Pelatihan menghadirkan mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya. Butuh kesabaran, keuletan dan komunikasi yang intensif agar TKI bisa mengikuti pelatihan di sela-sela kewajibannya bekerja sebagai TKI.

“Banyak manfaat mengikuti kegiatan ini, karena menumbuhkan mental berwirausaha. Tidak selamanya mereka akan menjadi TKI,” tutur Kepala KDEI Taipei Robert James Bintaryo saat memberi sambutan di Kainan Vocational High School, Taipei, Minggu (19/11).

Beliau juga berharap, hendaknya ilmu yang telah diperoleh dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terlebih lagi lembaga perbankan di Indonesia dapat memfasilitasi untuk kredit usaha. Khususnya bagi TKI kelas e-commerce juga diharapkan dapat menyasar bisnis startup di Indonesia.

Kepala Sekolah Kainan Vocational High School, Xing-Wen Fei menuturkan, seluruh kue yang dipelajari TKI adalah jenis kue yang sangat terkenal di Taiwan namun sangat praktis dipraktekkan. “Harapannya, jika kue-kue ini dibuat di Indonesia, akan banyak peminat sehingga mudah dipasarkan,” ujar Xing-Wen Fei antusias.

Menjawab Kegelisahan TKI Purna

TKI terbaik lainnya, Rini Yuniati, berharap sekembalinya ke Indonesia dirinya bisa membuka usaha. “Saya sangat berminat dengan bidang makanan dan kue-kuean. Saya mengikuti pelatihan ini agar dapat membuka usaha di Indonesia,” jelas TKI yang bekerja di daerah Xizhi, Taipei. TKI asal Gurah, Kediri, Jawa Timur ini telah sekitar 8 (delapan) tahun bekerja sebagai TKI di Taiwan sehingga memutuskan sekembalinya ke Indonesia akan berwirausaha.

TKI purna dan kembali ke Indonesia akan menghadapi persoalan baru. Mereka yang akan membuka usaha misalnya, masih gamang dengan bidang usaha yang akan dibuka serta persoalan permodalannya.

“Kegiatan ini menjawab kegelisahan TKI, dengan bekal pelatihan ini, setelah kembali ke Indonesia mereka dapat membuka usaha, terkait dengan permodalan dapat kita arahkan ke perbankan” tandas Senior Asisten Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Kadir.

Kadir menambahkan, TKI purna diharapkan dapat mengikuti program pemberdayaan terintegrasi di Indonesia agar didampingi saat memulai usaha hingga akses permodalan dan pemasaran.

Hendaknya alumni pelatihan sudah dapat menentukan niat, minat dan impian untuk berwirausaha dari sekarang. Sudah banyak TKI purna yang berhasil, punya prestasi bagus dan produk-produk karyanya diikutsertakan dalam event-event nasional/internasional, contohnya dipamerkan dalam Trade Expo Internasional 2017 beberapa waktu lalu, katanya, menyemangati peserta pelatihan.

Dari sisi Perbankan, Ersam Richard Parura, Remittance Representative BNI menyatakan, “Kami menghimbau para TKI di Taiwan secara rutin menyisihkan gaji mereka di rekening sebagai bekal membuka usaha di Indonesia. Apabila membutuhkan bantuan, BNI bisa membantu melalui kredit usaha purna TKI,” terangnya, usai memberikan hadiah uang tunai secara simbolis kepada 10 TKI Terbaik. ***

Sumber :
http://www.bnp2tki.go.id

Juga dirilis di :
  1. http://www.kdei-taipei.org  
  2. https://newtalk.tw
  3.  http://jateng.tribunnews.com
  4. http://tradenewsonline.co/ 
  5. https://www.antaranews.com 
  6. https://www.taiwannews.com
  7. http://indonesian.rti.org.tw/

17 November 2017

TOT Aplikasi Save Travel oleh Kemlu RI


Bogor, BNP2TKI Sabtu (11/11) -- Direktorat Perlindungan WNI dan BHI  Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Training  of Trainer tentang Aplikasi  Safe Travel bagi Instruktur PAP diikuti 26 peserta dari BP3TKI, LP3TKI dan P4TKI selama 3 hari 10 sd 12 November 2017 di Royal Padjadjaran Hotel Bogor. 

Sekretaris Utama BNP2TKI Hermono dalam sambutannya mengatakan hampir 80%  permasalahan TKI di luar negeri ada didalam negeri, untuk itu aplikasi save travel ini sangat penting. Para instruktur Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) menyampaikan kepada Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) untuk mendownload dan menjelaskan cara penggunaan aplikasi tersebut. 

Aplikasi safe travel ini berisi informasi praktis yang diperlukan WNI/TKI, banyak manfaatnya khususnya ada fitur panic button sebagai upaya pencegahan permasalahan WNI/TKI, yang diharapkan dapat digunakan  oleh WNI/TKI yang sedang terkena masalah dan mendapat bantuan dari perwakilan RI di Negara Tujuan. 

"Jadi tugas Instruktur PAP adalah memberikan penilaian apakah CTKI tersebut siap untuk bekerja keluar negeri. Untuk itu instruktur PAP merupakan step/tahap akhir yang sangat serius untuk menyaring CTKI bisa atau tidak untuk bekerja keluar negeri. Instruktur PAP berhak menghentikan atau membatalkan CTKI untuk bekerja keluar negeri bila dalam ujipetik masih ada CTKI yang tidak layak bekerja keluar negeri,"kata Hermono. 

Hermono juga menyebutkan dalam Undang-Undang yang telah di sahkan oleh DPR RI ada 1 pasal dimana petugas atau pejabat yang memberangkatkan TKI yang belum siap untuk bekerja keluar negeri akan ada sanksi pidananya. Kita mau kesiapan TKI tidak hanya kelengkapan dokumen saja, tapi kesiapan TKI baik mental maupun keahliannya untuk bekerja keluar negeri. 

"Kegiataan Bimtek ini harus bener-bener dipahami dan dishare kepada instruktur PAP yang lainnya dan dipastikan TKI yang akan bekerja keluar negeri itu sudah siap dan memahami juga memiliki aplikasi ini untuk perlindungan TKI itu sendiri, " ungkap Hermono. 
Lebih lanjut Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kegiatan bimtek TOT tentang aplikasi Safe Travel ini untuk lebih memperat kerjasama antara BNP2TKI dan Kemenlu untuk memberikan perlindungan bagi TKI. Iqbal juga menambahkan safe travel saat ini masih berbasis android dapat didownload langsung secara gratis dari play store. Menurut Iqbal safe travel  selain sebagai Early Warning Sistem (EWS) yang lebih penting adalah pencatatan dan pendataan seluruh WNI/TKI pada portal database WNI/TKI. Iqbal menyebutkan dari kelebihan dan keuntungan menggunakan aplikasi safe travel ini pertama dengan data di portal database WNI/TKI keberadaan WNI/TKI dengan mudah dapat diketahui, kedua dengan adanya fitur panic button yang langsung terinfo kealamat email, nama akunnya siapa, nomor paspornya dan posisinya dimana dapat segera diberi bantuan cepat (quick response) dalam kondisi darurat  oleh Perwakilan RI di Negara Tujuan, dan yang ketiga aplikasi ini tidak menghilangkan pintu pengaduan yang lainnya. Iqbal mengatakan aplikasi Safe travel dirancang dengan konsep aman dan menyenangkan selain itu dilengkapi fitur yang bermanfaat, juga memberikan perlindungan dengan AMAN, NYAMAN DAN ASIK maksudnya lebih menginformasikan hukum dan aturan negara tujuan, alamat dan hotline Perwakilan RI di negara tujuan, serta kondisi keamanan di negara tujuan, menginformasikan tempat ibadah,kuliner, Indonesia nearby dan dapat share kemedsos dengan berbagai macam picture lainnya. Kata Iqbal. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan Arini Rahyuwati, pejabat dan staf Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemenlu, Kepala BP3TKI Jakarta, dan Kepala BP3TKI NTB.***(Humas) 

Sumber : http://www.bnp2tki.go.id
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Catatan :

Untuk download aplikasi SaveTravel dapat langsung ke Playstore sbb :








Pemerintah Pulangkan TKI Penderita Virus Otak dari Taiwan


BANTEN----Kementerian Ketenagakerjaan bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjemput kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Eko Wahyu Saputra (22) dari Taiwan, di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Jumát (10/11/2017). Eko yang telah dalam kondisi stabil diizinkan pulang kembali ke Indonesia oleh pihak Rumah Sakit di Taiwan setelah menjalani perawatan sejak 9 Juni 2017 lalu.
 
Oscar Abdurachman, perwakilan  dari Direktorat Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker menjelaskan bahwa Eko yang bekerja di pabrik pembuatan jaring ikan di Taiwan, tiba menggunakan pesawat China Airlines C1761 berangkat dari Taoyuan International Airport pukul 09.05 tiba di Bandara Soetta pukul 13.30. 

 
"Kita tindaklanjuti KDEI  yang memohon bantuan Kemnaker dan BNP2TKI terkait fasilitasi pemulangan TKI yang bersangkutan ke daerah asal dan mempersiapkan rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Kami siapkan Eko untuk menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, " kata Oscar didampingi Kabag Pendapat Umum dan Pemberitaan (PUP) Biro Humas Kemnaker Subhan.

 
Menurut Oscar, langkah penjemputan Eko tersebut menyusul penerimaan Brafax KDEI Nomor 08132/TK/KDEI/VIII/2017 tanggal 31 Agustus 2017 yang ditandatangani oleh Kepala KDEI Taipe Robert J. Bintaryo, perihal fasilitasi pemulangan TKI mengalami sakit komplikasi a.n. Eko Wahyu Saputra Nomor paspor B4733845 dan menindaklanjuti surat kepala BP3TKI Lampung No.B.563/BP3TKI-Lampung/X/2017, tanggal 25 Oktober 2017.
 
Dalam kesempatan ini, Rifni Malik ibu dari Eko Wahyu Saputra mengatakan merasa bersyukur putranya telah kembali ke Indonesia. 

 
"Alhamdulillah anak kami, bisa pulang ke tanah air. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. Saya tak bisa membalasnya. Biarlah Allah yang membalas kebaikan semuanya," katanya.

 
Sebelumnya,  Suyito selaku orangtua dari Eko memohon kepada Menaker Hanif untuk memulangkan anaknya yang tengah bekerja di Taiwan kembali ke Indonesia. Eko sejak Juni 2017 terkena serangan virus otak dan hingga kini masih dalam keadaan koma.

 
Suyitno (45) yang bekerja sebagai buruh tani di kampung Suka Mamur, kecamatan Penawar Aji, kabupaten Tulang Bawang, Lampung terpaksa meminta bantuan Kemnaker karena keterbatasan ekonomi maupun pengetahuan. 

 
"Saya hanyalah buruh tani di desa. Karena itu saya mohon bantuan Menaker dan semua pihak yang dapat membantu kepulangan anak saya ke Indonesia," kata Suyitno.

 
Sementara itu, Erika Dirut PT Pandu Abdi Pertiwi yang merupakan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS)  menyebutkan asuransi mitra TKI perihal pengobatan dan perawatan telah dicairkan sebesar Rp39.967.532 dan digenapkan oleh PPTKIS menjadi Rp50 juta dan telah dikirimkan kepada agency di Taiwan.

 
"Dari majikan Eko, perkumpulan gereja di Taiwan juga sudah memberikan bantuan dan diterima langsung Rifni Malik (ibu dari Eko), " kata Erika.

 
Sedangkan mengenai  biaya kepulangan Wahyu Eko Saputra sebesar Rp199 juta ditangani oleh PPTKIS dan agency di Taiwan
Turut hadir dalam kepulangan Wahyu Eko  difasilitasi oleh Kamar Dagang Ekonomi Indonesia  (KDEI) Taipe ini Ferdinan Nababan (Pelaksana Tata Usaha BNP2TKI Serang)  dan Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipe, Devriel Sogia Raflis.

 
Biro Humas Kemnaker

Cara Mudah Mendeteksi Penipuan !

Selamat siang rekan-rekan TKI, akhir-akhir ini banyak sekali info menggiurkan yang seolah benar tetapi ternyata palsu, yang berujung pada kerugian perasaan maupun material.

Jenis-jenis dugaan penipuan yang sering seliweran di HP atau FB kita diantaranya adalah pesan terkait :

  • layanan lowongan kerja, 
  • pindah job, 
  • undian berhadiah 
  • pemberian santunan
Modus yang digunakan adalah dengan mengatasnamakan instansi pemerintah, atau mengaku-ngaku cowok ganteng, mengaku pilot, angkatan, letkol, general manager, pengusaha dll untuk menarik mangsanya.

Bagaimana cara mendeteksi info-info penipuan tersebut  ?
Perhatikan jika ujung-ujungnya meminta biaya dengan berbagai dalih itu jelas penipuan.

KDEI di Taipei, Kemenaker dan BNP2TKI TIDAK PERNAH menawarkan lowongan kerja, pindah job, undian berhadiah maupun pemberian santunan dengan menggunakan media sosial dan SMS tersebut. 

Dapatkan informasi resmi melalui website http://kdei-taipei.orghttp://naker.go.id, dan http://bnp2tki.go.id


Demikian, untuk menjadi perhatian dan agar tetap mewaspadai modus-modus penipuan lainnya.

Contoh-contoh indikasi penipuan :






Semoga bermanfaat !, dan tidak ada lagi laporan yang kena tipu akibat hoax-hoax yang bertebaran !






Bila mengalami pelecehan seksual di Taiwan, saya harus kemana mencari pertolongan?


Image Source : insights.careinternational.org.uk

Setiap kota dan kabupaten di Taiwan telah dibentuk ”Pusat Pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga” yang menyediakan bantuan hukum bagi pasangan asing, penentuan diagnosa dan memberi pengobatan darurat, pengobatan kejiwaan, bimbingan, penempatan tempat yang aman dan lainnya.

Andai kata mengalami pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga, kami sarankan untuk segera menghubungai telepon bebas biaya “Saluran pelindungan 113”, atau menuju kantor pemerintah kota dan kabupaten “Pusat pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga” untuk mendapat pertolongan, atau menelpon “Saluran pertolongan darurat 110” dan mendatangi kantor polisi di wilayah setempat, kantor kesehatan untuk mendapat pertolongan pengobatan dan mengajukan permohonan ke pengadilan untuk dikeluarkan surat perlindungan atau mengajukan gugatan.

Sumber : https://www.immigration.gov.tw/


Atau bisa juga langsung menghubungi KDEI Taipei untuk follow up selanjutnya.
Semoga bermanfaat !


Baca juga : bila-ada-masalah-tki-kemana-harus-mengadu

Kepala KDEI Menghadiri Tabligh Akbar Bersama Ust.Abdul Somad LC.MA


Taipei, KDEI (11/11/2017) -- Kepala KDEI Taipei, bersama jajarannya menghadiri Tabligh Akbar bertajuk "Hidayah Illahi Terpatri dalam Jiwa Pantura Community". Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Forum Kerunakan Pantura Community dengan bekerja sama dengan organisasi di Taiwan menghadirkan Bapak Ustadz Abdul Somad.
Acara pengajian dan pencerahan keagamaan ini berlangsung dengan hikmat dan sukses yang dilaksanakan di Taipei Main Station South 2 Gate yang dihadiri oleh ribuan orang yang umumnya berasal dari TKI sudah mulai memadati tempat kegiatan sekitar pukul 09.00 pagi. 
Kepala KDEI di Taipei dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh hadirin untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan. Acara berlangsung tertib dan damai sampai menjelang sore.



RUU Ketenagakerjaan Taiwan (Standard Labor Act), Masih Kontroversi ?


Taipei, 17 November 2017 sebagaimana dilansir (CNA) bahwa RUU kontroversial yang bertujuan membuat undang-undang ketenagakerjaan yang ada lebih "fleksibel" telah dikirim ke komite legislatif pada hari Jumat.

RUU yang diusulkan oleh pemerintah dalam hal ini Partai Progresif Demokratik, yang dirancang untuk menangani keluhan yang meluas mengenai revisi Undang-Undang Standar Perburuhan (Labor Standar Act), yang lolos pada bulan Desember 2016, dikirim ke komite setelah pemungutan suara yang diadakan oleh Pembicara Legislatif Su Jia-chyuan.

Dengan mengambil manfaat dari mayoritas mereka di Legislatif, anggota parlemen DPP memutuskan untuk mengajukan RUU ke komite kesejahteraan sosial, bidang kesehatan lingkungan dan ekonomi untuk melakukan tinjauan bersama.

Tokoh kaukus DPP Ker Chien-ming mengatakan bahwa komite tersebut diharapkan untuk melakukan peninjauan paling lambat pada 20 November 2017.

Begitu RUU tersebut melewati peninjauan, keputusan tersebut akan dimasukkan ke dalam pemungutan suara terakhir, yang mana keputusan tersebut masih ditentang oleh serikat buruh karena mereka melihat amandemen tersebut bertentangan  dengan hak-hak buruh.

Salah satu revisi utama dalam RUU ini adalah perubahan pada peraturan yang berlaku saat ini dimana karyawan dilarang bekerja lebih dari enam hari berturut-turut.

Sementara versi baru memungkinkan karyawan bekerja 12 hari berturut-turut, dengan mengambil hari "wajib" per minggu pada periode 12 hari tersebut.

Namun, dalam revisi tersebut menetapkan bahwa sektor bisnis yang mengajukan perubahan tersebut harus meminta persetujuan dari instansi pemerintah yang bertugas mengawasi dan mendapat persetujuan dari Kementerian Tenaga Kerja (MOL) Taiwan, sementara perusahaan perorangan perlu mendapatkan persetujuan dari pekerja atau serikat pekerja .
Anggota parlemen oposisi, Kuomintang (KMT) menentang RUU kontroversial yang dikirim ke komite sebelum menerima penilaian revisi dari Kementerian Tenaga Kerja dan mengadakan dengar pendapat penuh tentang Legislatif mengenai hal tersebut untuk menentukan apakah undang-undang tersebut telah siap untuk ditinjau.

Anggota dewan KMT Lin Wei-chou mengatakan bahwa kementerian tersebut belum menyelesaikan penilaiannya terhadap berapa banyak pekerja yang akan terkena dampak dari amandemen tersebut dan bisnis apa akan mendapatkan keuntungan dari "fleksibilitas" sebagaimana pemerintah klaim dan tawarkan dalam RUU tersebut.

Tanpa mengetahui dampak RUU yang baru, Lin bertanya-tanya apakah "amandemen baru ini akan menjadi yang terakhir kalinya" pada akhir 2016 yang mana didominasi DPP dan menyebabkan kerusakan parah pada hubungan kerja-manajemen dan sekarang memerlukan perubahan.

Untuk mencegah agar RUU tidak dikirim ke berbagai komite untuk diperiksa, Lin dan rekan-rekannya di KMT menempati podium dalam pertemuan pada pukul 9:25 pagi.

Kira-kira satu jam lima menit kemudian, anggota parlemen DPP menyerbu podium, menarik dan mendorong saingan mereka menjauh darinya.

Selama kekacauan tersebut, Chiang Wan-An, KMT dapat bersandar ke depan untuk meraih mikrofon podium namun segera menarik diri. DPP mengendalikan 68 dari 113 kursi di Legislatif, sementara KMT memiliki 35.

Menurut agenda terbaru yang diterbitkan oleh Legislatif Yuan, sebuah tinjauan terhadap amandemen Undang-undang Standar Ketenagakerjaan oleh Komite Kebersihan Lingkungan telah ditetapkan pada Senin depan, dua hari sebelum audiensi publik pada 22 November 2017.

Peneliti Taiwan Higher Education Union, Chen Po-chien mengatakan bahwa serikat pekerja khawatir RUU tersebut akan dikirim langsung untuk pembacaan kedua dan ketiga segera setelah peninjauan komite selesai tanpa menjalani periode "pendinginan" selama satu bulan seperti yang dipersyaratkan menurut prosedur legislatif.

Tanpa masa pendinginan, RUU tersebut dapat jelas di legislatif pada akhir November atau awal Desember, sebelum sebuah demonstrasi besar-besaran yang direncanakan oleh serikat pekerja pada 23 Desember, ujar Chen.

Dia mengatakan bahwa diskusi akan diadakan terkait apakah akan melakukan demonstrasi sebelumnya atau tidak.

Diterjemahkan langsung dari Aslinya di : Focus Taiwan
Bila ada perbedaan penafsiran maka Text Aslinya dalam bahasa Inggris yang menjadi rujukan.

Catatan :
Semoga kebijakan ini tidak merugikan TKI dan dapat segera disahkan dan ditetapkan agar menjadi panduan kita semua.

10 November 2017

Executive Yuan Menyetujui Revisi Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, Standar Labor Act

Sumber : google map

Taipei (11/11/17, Perdana Menteri Lai Ching-te hari ini (09/11/17) mengadakan konferensi pers untuk membahas draf rancangan Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan. Perdana Menteri mengatakan bahwa sejak menjabat, upayanya untuk merevisi undang-undang tersebut telah mengacu pada janji Presiden Tsai Ing-wen untuk melindungi hak-hak pekerja, serta memberikan fleksibilitas operasional kepada majikan. Dua hal utama menandai putaran revisi undang-undang ini: yang pertama adalah empat prinsip yang tidak berubah untuk mempertahankan hak dan kepentingan pekerja, dan yang kedua adalah empat poin fleksibilitas untuk memungkinkan kelancaran perusahaan dalam melakukan operasi dan jadwal kerja.

Revisi multipartisan tahun lalu terhadap undang-undang ketenagakerjaan memperpendek jam kerja dan memperbaiki kondisi pekerja, namun sejak perubahan tersebut berlaku, baik majikan maupun karyawan memiliki harapan untuk fleksibilitas yang lebih besar dalam hal bekerja. Sebagai mantan kepala pemerintah daerah, Perdana Menteri Lai mengatakan bahwa dia dengan jelas memahami bahwa lebih dari 1,4 juta bisnis kecil dan menengah di Taiwan mampu menyediakan 8 juta pekerjaan tambahan dan merupakan fondasi perkembangan ekonomi Taiwan - bahkan menjadi champion yang tersembunyi di dunia - hanya karena mereka menggunakan ide inovatif mereka sendiri dan mengandalkan sistem tenaga kerja yang fleksibel.

Sejak pelaksanaan revisi tahun lalu, perdana menteri mengindikasikan bahwa baik majikan maupun pekerja telah mencari fleksibilitas yang lebih besar. Di satu sisi, para majikan telah menyatakan frustrasi atas pembatasan operasional, sementara di sisi lain, banyak pekerja mengeluhkan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji lembur sebagai konsekuensi dari hari wajib dan persyaratan kerja lembur dibayar dalam blok empat jam. Untuk menebus kehilangan pendapatan, beberapa pekerja bahkan dipaksa untuk mengambil pekerjaan sambilan untuk menjaga keuangan keluarga, meninggalkan mereka bahkan lebih lelah dan sibuk

Perdana Menteri menegaskan kembali bahwa putaran revisi ini diolah menjadi dua poin utama.
1.  Poin pertama berpusat pada empat prinsip yang tidak berubah untuk melindungi hak dan kepentingan pekerja:
  • a)       Bahwa minggu kerja standar tidak akan berubah dari 8 jam saat ini dan setiap hari.
  • b)    Asas dua hari libur per minggu tidak akan berubah; 12 hari kerja berturut-turut akan menjadi pengecualian.
  • c)   Jumlah keseluruhan lembur yang diijinkan tidak akan berubah, tapi 46 jam itu lembur yang diperbolehkan per bulan dapat dibagi secara fleksibel sehingga total waktu lembur selama periode tiga bulan tidak melebihi 138.
  • d)      Bahwa tingkat upah untuk kerja lembur tidak akan berubah.

2.  Poin utama kedua tentang fleksibilitas, majikan dan laopan dan karyawan lebih luang untuk mengatur pekerjaan dan menjalankan operasi bisnis:
  • a)     Yang pertama adalah fleksibilitas pada lembur.
  • b)  Yang kedua adalah fleksibilitas dalam penjadwalan hari kerja. Aturan bahwa pekerja harus memiliki satu hari libur dalam setiap tujuh hari. mungkin rileks, tapi hanya dengan persetujuan manajemen dan tenaga kerja, dan persetujuan otoritas pemerintahan. Persyaratan ketiga adalah waktu minimum antara shift. Persyaratan saat ini adalah 11 jam, namun revisi tersebut akan memungkinkan penyesuaian dengan persetujuan manajemen dan tenaga kerja untuk memfasilitasi penjadwalan tiga shift kerja per hari. Keempat adalah fleksibilitas penggunaan cuti tahunan. Masih belum terpakai pada akhir tahun kedua dapat dikonversi menjadi gaji.


Selain memenuhi permintaan Presiden Tsai Ing-wen untuk perlindungan hak yang lebih kuat bagi pekerja  dan fleksibilitas yang lebih besar bagi majikan, amandemen ini akan menciptakan sistem kerja yang aman dan fleksibel seperti yang ditemukan di negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development. Perdana Menteri berharap bahwa keputusan partai politik baik keputusan atau oposisi akan bekerja sama untuk memperkuat ekonomi, dan bahwa majikan dan karyawan dapat menangani masalah dari perspektif yang objektif dan rasional daripada sudut pandang yang ekstrem.Diharapkan setiap orang untuk menyisihkan perbedaan dan bergandengan tangan untuk pertumbuhan ekonomi, Perdana Menteri meminta masyarakat untuk mendukung Eksekutif Yuan dalam upayanya untuk mengubah undang-undang tersebut dan mempromosikan pembangunan ekonomi Taiwan.


Organization for Economic Cooperation and Development

[WACANA] Taiwan Menginginkan Lebih Banyak Pekerja Migran dari negara-negara Sasaran New Southbound Policy


<Pertanian, perikanan dan perawatan jangka panjang akan menjadi sektor prioritas>

Taipei, (10/11/17) – Sebagaimana diberitakan Taiwan News bahwa untuk mengatasi kekurangan pekerja, Perdana Menteri William Lai mengatakan pada hari Jumat bahwa pemerintahnya berencana untuk membuat Taiwan lebih menarik bagi pekerja migran asing, terutama dalam kerangka Kebijakan New Southbound Policy, kebijakan ke arah selatan.

Sejak Presiden Tsai Ing-wen mulai memerintah awal tahun lalu, pemerintah fokus untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara serta Australia dan Selandia Baru, sebagaimana populer dengan sebutan kebijakan "New Southbound Policy”.

Pertanian, perikanan dan perawatan jangka panjang adalah sektor yang akan mendapat prioritas ketika nanti perencanaan migrasi tenaga kerja akan ditangani, dari negara-negara yang tergolong dalam sasaran Kebijakan Baru Ke Selatan tersebut yang masuk pertama, sebagaimana Kantor Berita CNA mengutip statemen Menteri tanpa Portofolio Lin Wan-I, sebagaimana disampaikan.

Siswa dari negara-negara yang sudah berada di Taiwan bisa mempelajari teknik yang tepat dan memperkuat kemampuan bahasa mereka yang akan membuat mereka cocok untuk bekerja di sektor pertanian setempat begitu mereka lulus, ujar Lin.

Saat ini juga ada lebih 1.000 pekerja nelayan dari China dan lebih dari 20.000 orang dari Asia Tenggara yang pengalaman dan kemampuannya akan hilang jika mereka meninggalkan Taiwan, ujar menteri tersebut.

Menurut Lin, perawat orang sakit (caregiver) yang kini bisa bertahan selama 14 tahun juga harus dilihat lebih banyak dari sisi perlindungan hak kerja mereka.

Mengenai pengelolaan pekerja migran, penelitian telah dimulai tentang bagaimana beralih dari pekerjaan jangka pendek ke pekerjaan jangka panjang menuju migrasi, sehingga menghasilkan sistem dimana tidak ada masalah dengan isu-isu seperti kuota atau pekerja tidak terhitung (kaburan).

Komentar :

Semoga wacana ini bisa terwujud dan dapat diimplementasi serta pro pada peningkatan perlindungan TKI di Taiwan.

Diterjemahkan dari : Taiwan News

08 November 2017

KDEI Taipei menerima Kunjungan Kerja Delegasi Kemnaker dan BNP2TKI


Taipei (07/11/17) -- KDEI Taipei menerima Kunjungan Kerja Delegasi Kemnaker dan BNP2TKI terkait Pembahasan Implementasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan dan Tindaklanjut Launching KPI (Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan di Taiwan).

Sumber : http://www.kdei-taipei.org

07 November 2017

BNP2TKI Bantu Proses Asuransi kecelakaan almarhum Dawud di Taiwan

Jakarta, BNP2TKI Selasa (3/11) – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) selesaikan asuransi kecelakaan almarhum Dawud bin Suwandi TKI asal Blok Teluk Kelurahan Totoran Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Taiwan. 
 
Deputi Perlindungan, Teguh Hendro Cahyono menyebutkan bahwa pada tanggal 09 Maret 2017, KDEI di Taipei menerima informasi dari Kepolisian Yunlin bahwa TKI atas nama Dawud Nomor Paspor B 0024767 telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di daerah Gukeng Township, Yunlin. Selanjutnya pada hari Senin, tanggal 20 Maret 2017 jenazah alm. Dawud telah dipulangkan ke Indonesia dengan pesawat China Air CI0761 nomor kargo 297-57548315 dati Taoyuan International Airport pukul 08.45 menuju Bandara Soekarno Hatta, dan tiba pukul 13.00 WIB yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan dikampung halamannya.
 
Teguh juga mengatakan tanggal 26 Juli 2017, KDEI Taipei telah memenuhi panggilan Directorate General of Highways, Jiayi Motor Vehicles Office, Yunlin Station terkait persidangan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan almarhum Dawud meninggal dunia. Untuk selanjutnya KDEI melakukan koordinasi dengan Deputi Perlindungan BNP2TKI, untuk membantu keluarga Dawud dalam hal pengurusan asuransi kecelakaan dikarenakan keluarga almarhum Dawud tidak sanggup memenuhi biaya legalisasi dan translate sehingga BNP2TKI membantu terkait dengan biaya pengurusan asuransi tersebut. 
 
Teguh menambahkan pada tanggal 12 Oktober 2017, KDEI Taipei menerima informasi dari South China Insurance bahwa dokumen dinyatakan lengkap dengan demikian asuransi kecelakaan alm. Dawud telah cair dan dikirimkan ke Suwandi dan Haeti selaku orang tua/ahli waris almarhum Dawud di Indonesia.
 
Lebih lanjut Teguh mengatakan uang santunan ini sebaiknya dipergunakan dengan bijak, tidak untuk dihambur-hamburkan seperti kegiatan yang sifatnya konsumtif, tetapi diprioritaskan modal usaha produktif, Kata Teguh. ***(Humas)

Sumber : http://www.bnp2tki.go.id

KEHILANGAN ARC 【Alien Resident Certificate】

Berikut cara mengurus ARC yang hilang.
Begitu kita tahu ARC hilang dan untuk menghindari penyalahgunaan identitas,maka secepatnya kita harus telpon dan lapor ke Imigrasi untuk men-nonaktifkan ARC.Setelah itu kita juga harus cepat-cepat mengurus ARC baru di Kantor Imigrasi setempat.
Adapun persyaratannya adalah:
1. Mengisi formulir pengajuan ARC (conteng kolom ARC LOST/DAMAGED)/外籍勞工專用居留案件申請表
2.Foto ukuran 2 inch , 1 lembar / 2寸相片 1張
3. Paspor asli /fotocopy (untuk yang baru ganti paspor,harap paspor lama dibawa) 護照 正本/影本
4.Surat kontrak kerja dari WDA(asli & fotocopy)/工作許可函
5. Surat bukti tempat tinggal/kerja di Taiwan dari majikan /在職證明書
6..Biaya 500NT.
7.Tempat di kantor Imigrasi setempat.
8.ARC bisa selaesai dalam tempo 10 hari kerja.
9. ARC bisa diambil sendiri atau di kirim lewat post ke alamat kita.Dengan catatan:siapkan amplop yang sudah dituliskan nama penerima,alamat lengkap dan prangko 25NT/KUA HAO SIN
(自取件或郵寄.郵寄請附掛號回郵信封1個並貼足25元郵資,填妥收件人姓名、地址)
No telp Kantor Imigrasi Taipei City:(02)2388-9393

Sumber : FB Hani TW 

Kabar Bagus untuk ABK Nelayan, setelah Amandemen Peraturan MoL

Dokumentasi Verifikasi Kapal
Taipei, (07/11/2017) – Sebagaimana diberitakan (CNA) via Focus Taiwan, bahwa sesuai dengan amandemen peraturan dari Kementerian Tenaga Kerja (MOL) yakni Foreign Worker's Living Care Service Plan, atau "Rencana Pelayanan Tempat Tinggal Pekerja Asing," dimana nantinya majikan diharuskan menyediakan kebutuhan awak kapal (ABK Nelayan) antara lain akomodasi dan makanan saat mendarat, ujar seorang pejabat MOL.

Amandemen tersebut, yang diratifikasi pada bulan Juli dan diperkirakan mulai berlaku pada 1 Januari 2018, bertujuan untuk melindungi pekerja migran di industri perikanan, sebelumnya mereka tidak termasuk dalam rencana tersebut karena periode yang lama di laut, kata pejabat WDA MOL Hsueh Chien- chung.

Rencana layanan pada dasarnya mencakup pekerja asing yang dipekerjakan di sektor manufaktur, konstruksi dan keperawatan.

Berdasarkan Regulations on the Permission and Administration of the Employment of Foreign Workers atau Peraturan Perizinan dan Administrasi Ketenagakerjaan Tenaga Kerja Asing, rencana yang telah direvisi tersebut menjamin hak ABK Nelayan terhadap layanan makanan dan penginapan, keamanan pribadi, dan konsultasi di Taiwan, tambahnya.

Majikan yang melanggar peraturan tersebut dapat dikenakan denda sebesar NT $ 60.000-NT $ 300.000 (US $ 1.987-US $ 9.940) dan dapat diusulkan ijin perekrutannya dicabut atau tidak diperpanjang, kata MOL.


Catatan :
  • Kebijakan ini tentunya sejalan dengan yang telah dilakukan saat ini di Taiwan, dimana KDEI Taipei sejak 2016 lalu telah melakukan verifikasi terhadap kapal-kapal yang akan ditempati oleh ABK Nelayan guna memastikan kelayakan dapat ditempati TKI. Beberapa hal yang diperiksa antara lain memastikan ada kelayakan penginapan, fasilitas dasar di kapal (fasilitas makan, tidur, MCK) serta memastikan majikan/agensi telah memahami hak dan kewajibannya (menyangkut gaji serta pendapatan tambahan).
  • Semoga makin baik ke depannya. Amin Amin


BERITA ONLINE POPULER

Rangkuman Berita Online Populer